Sabtu, 13 November 2010

Sony Meluncurkan Super 35mm Digital

Sony baru-baru ini meluncurkan PMW-F3,  kamera digital yang dilengkapi dengan Super 35mm Imager.
Kamera ini dirancang untuk berbagai keperluan termasuk dokumenter, TVC, pemerintahan, pendidikan, televisi, dan film. Kualitas dan harga juga menarik bagi pembuat film independen, mengingat basis daftar harga $ 16.000. Bila digabungkan dengan PL-lensa kit murah yang kompatibel dengan 35/50/85mm T2.0 fixed focal lenses, dan memungkinkan untuk lebih dari itu.
Berbasis Sony EX XDCAM, F3 menggunakan SxS ExpressCard media format. Super 35mm CMOS Imager menawarkan sensitivitas tinggi, noise rendah dan dynamic range lebar. Sebuah HD-SDI output dual-link memungkinkan rekaman untuk di "inter-cut" dengan materi dari F35 Sony atau model SRW-9000PL.
Tersedia Format rekaman termasuk 1920x1080, 1440x1080 dan 1280x720. Pengguna juga dapat mengambil keuntungan dari "slow" dan "quick" recording, dari 1 hingga 30 fps di 1920x1080 (17 sampai 30 fps dalam mode dual-link) dan 1 sampai 60 fps di 1280x720 (17-60 fps dalam mode dual-link ).

Diluncurkan februari 2011

Spidercam buat tayangan lebih “hidup”

Pelaksanaan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan tak hanya menarik dari sisi kualitas para pemain maupun permainan bola yang cantik. Selama pertandingan berlangsung, rupanya ada juga hal yang menarik untuk disimak. Yaitu view atau pengambilan gambar selama pertandingan berlangsung.

Terkadang, view bergerak cepat dari atas lapangan lalu ke arah pemain atau ke arah gawang maupun ke arah penonton dan pelatih, sehingga penonton televisi atau layar lebar seolah ikut bergerak. Sesekali pula, terlihat tayangan gerakan sangat lambat aksi lihai pemain saat mengecoh lawan ketika menggiring bola.

Hal itu bisa disaksikan para penikmat sepak bola berkat kecanggihan kamera yang digunakan. Situs indonesiangamer.com menyebutkan penyelenggara ternyata menggunakan kamera video jenis Phantom V640 dan perangkat kamera yang disebut dengan istilah spidercam, untuk memanjakan mata penonton.


Kecanggihan yang dimiliki Phantom V640 adalah merekam gambar dengan kemampuan 2.700 fps (frame per second). Pada umumnya, kemampuan kamera merekam hanya 24 fps hingga 60 fps. Teknologi high speed camera inilah yang membuat penonton bisa menyaksikan gerakan ultra slow motio atau sangat lambat.


Sedangkan perangkat spidercam, digunakan untuk menghasilkan view tiga dimensi atau 3D dari sebuah pertandingan. Spidercam, seperti dikutip dari spidercam.org, merupakan perangkat kamera yang mampu bergerak tanpa dibatasi oleh kendala di atas tanah. Kamera ini dengan mudah dan dengan tenang mengikuti perintah pilot atau operator. Teknologi inilah yang membuat penonton menjadi lebih dekat dengan lapangan, sehingga bisa melihat pergerakan pemain.


Pengoperasiannya menggunakan empat motor derek yang ditempatkan di setiap sudut lapangan. Operator menggunakan remote control untuk menggerakkan kamera yang dipasang pada kawat baja, dengan menggunakan sistem robot. Pergerakan bukan hanya pada kamera, tetapi juga pada penggeraknya. Hal inilah yang memungkinkan kamera mengambil angle atau sudut pengambilan gambar dari berbagai titik.

Tahun ini, pengambilan gambar untuk masing-masing pertandingan dilakukan dengan 30 kamera standar, lebih banyak empat kamera dibandingkan Piala Dunia 2006 di Jerman. Jumlah itu termasuk dua ultrakamera yang mempunyai kemampuan merekam lebih dari 1.000 frame per detik, guna mendapatkan gambar lambat yang dramatis kala pengulangan.

Tak hanya itu, penyelenggara juga menempatkan tak kurang dari 20 piranti element technica quasar yang merangkai kamera Sony HD dan lensa Canon. Perangkat kamera ini digunakan di delapan posisi kamera 3D di Ellis Park dan Stadion Soccer City di Johannesburg.

Sebelum ini, Spidercam telah digunakan dalam ajang Piala Champion dan beberapa pertandingan internasional lain, seperti renang, rugby, dan tenis. “Ada perbedaan besar antara lapangan sepak bola dengan penggunaan kamera ini dalam studio. Kami selalu berusaha mengetahui apa pun yang terjadi (di lapangan), namun kami harus memastikan setidaknya berjarak 20 meter agar aman dari bola

10 Tips untuk untuk para editor


Sebelum melakukan produksi atau pengambilan gambar, ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh editor untuk diselesaikannya pada awal produksi. Selain sistem pengeditan itu sendiri, berikut adalah 10 hal penting yang seharusnya dilakukan oleh para editor

1. Samakan visi anda dengan sutradara / produser / klien. - pahami pikiran mereka tentang proyek.yang akan dilakukan bagaimana mereka melihatnya secara kreatif? Jangan lupa memahami storyboard dan dokumen lain yang dibuat sebelum produksi.

2. Jangan pernah meremehkan pertemuan pra-produksi,

3. Bergabunglah dengan kru produksi Anda. - Apakah itu pada pertemuan pra-produksi atau di lokasi syuting, berbicara dan bertukar pikirlah dengan sutradara direktur fotografi, kameraman, teknologi digital imaging , artistik, audioman, lightingman, penulis script dll

4. Jika produksi anda direkam pada media memory / hardisk – siapkan computer /laptop untuk mentransfer hasil rekaman anda, karena memory untuk kamera sangat terbatas sesegera mungkinlah mentransfer data anda setelah pengambilan beberapa shot, dan yang terpenting segera buatkan backup untuk mengantisipasi segala kemungkinan

5. Mengatur materi editing. - Mengedit adalah proses kontinuitas penggabungan materi syuting dan memberi sentuhan artistik, efek visual maupun grafis / animasi dengan memiliki asisten setidaknya memberikan kemudahan bagi anda

6. Buatlah catatan untuk film anda - Buatlah catatan terperinci tentang pengambilan gambar. lighting , audio dsb. Proses ini sedikit memakan waktu tapi demi kepuasan di kemudian hari, terutama jika Anda memiliki banyak rekaman dan atau jadwal produksi yang panjang.

7. Mulai mengoreksi rekaman./ hasil edit anda - Jika ada yang benar-benar tak layak pakai jangan segan-segan untuk tidak menggunakannya

8. Buat database yang representatif - Detail informasi tentang semua / Anda suara grafis / visual effect / atau unsur-unsur musik. lainnya

9. Diskusikan dengan sutradara, produser ataupun music director tentang pemilihan ilustrasi musik. - Jika mereka tidak memiliki preferensi, biarkan naluri anda.yang bermain

10. Periksa Timeline Anda. - Selalu, lakukan ini setiap sebelum pemutaran. Pastikan semua trek yang sinkron dan tidak ada jump picture / jump cat atau offline audio. Pastikan bahwa semua efek yang membutuhkan rendering telah terlaksana

DASAR-DASAR EDITING FILM

PENGERTIAN DASAR
Editing adalah proses merangkai gambar demi gambar yang akhirnya kemudian menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan penonton dapat dengan jelas memahami maksud dari sebuah program.

Ketika memulai editing hendaknya seorang editor harus memahami ide dari program yang akan dibuat :
• Tema dasar program
• Plot atau alur cerita, bagaimana cerita berkembang dari awal sampai akhir
• Apa yang kita harapkan dari penonton agar ikut merasakan dan mengalami program yang disajikan
• Memilih bagian mana yang harus dibuang atau dipakai dalam rangka program itu sendiri
• Pesan utama dari program harus bisa nampak.

Syarat yang penting dalam editing adalah kesinambungan cerita; dengan menyajikan kesinambungan gambar dan suara sekaligus. Perlu juga diperhatikan irama dari sebuah adegan / peristiwa, hubungan antara gambar yang satu dengan gambar berikutnya. Penonton diharapkan untuk tidak merasakan bahwa program yang dilihatnya adalah merupakan potongan gambar dan suara yang disambung-sambung namun merupakan rangkaian kejadian. Editing erat kaitannya dengan hasil pengambilan gambar dari seorang kameraman. Dengan hasil gambar yang baik maka akan lebih mudah bagi editor untuk merangkai gambar / shot.
JENIS PERPINDAHAN SHOT
1. CUT
Adalah perpindahan langsung dari gambar ke gambar berikutnya secara tajam. Fungsi cut adalah untuk mempertunjukkan :
• Kesinambungan action Apabila satu kamera tidak dapat mengikuti gerakan obyek dikarenakan terhalang obyek lain misalnya, kita potong dan ganti dengan jenis shot lain yang melanjutkan gerakan tersebut.
• Detail dari sebuah obyek Misalkan ada sebuah long shot seorang sedang menulis, kemudian kita pindah ke close up untuk memperlihatkan apa yang sedang ditulis.
• Progresi atau peningkatan dan penurunan kejadian Cut dari long shot ke close up akan meningkatkan progresi karena penonton dibawa untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas dan detail, dan demikian juga sebaliknya.
• Perubahan tempat dan waktu Perubahan dari sebuah adegan di dalam ruangan ke luar. Peristiwa lain yang terjadi bersamaan tapi berada di lain tempat.
• Menciptakan irama kejadian Cut secara cepat akan menaikkan irama kejadian, demikian juga sebaliknya.

Macam-macam jenis cutting :
• Insert / cut in Adalah sebuah shot yang diselipkan di shot utama yang berfungsi untuk memperlihatkan detail dari shot utama.
• Intercut / cut away / reaction shot Shot action yang diambil pada saat yang bersamaan dengan shot utama sebagai reaksi terhadap shot utama.

2. DISSOLVE
Adalah perpindahan shot secara berangsur-angsur; akhir dari shot pertama lama –lama hilang dan berganti dengan awal dari shot ke dua. Dissolve hanya bisa dilakukan dengan dua sumber gambar. Pada umumnya digunakan sebagai jembatan penghubung atau transisi dari shot action, pergantian tempat dan waktu.

3. FADE
Biasanya digunakan pada awal atau akhir adegan.
• Fade from black Gambar muncul dari layar hitam, menunjukkan awal dari adegan.
• Fade to black Gambar menghilang ke layar hitam, menunjukkan akhir adegan.

4. WIPE
Efek dimana sebuah shot disapu oleh shot yang lain, hingga shot pertama nampak keluar dari layar.

EDITING NON LINEAR
Yang dimaksud dengan editing non linear adalah editing atau pemotongan gambar yang tidak terikat oleh urutan susunan shot atau gambar yang telah kita masukkan, sehingga dimungkinkan adanya perubahan urutan tanpa merekam kembali sisa dari shot yang telah dimasukkan. Saat ini telah banyak sekali beredar hardware editing card yang beredar di pasaran dengan segala macam spesifikasinya. Dan telah dimungkinkan pula bagi seseorang yang hanya mempunyai sebuah PC biasa menjadikannya sebagai alat editing non linear.

Prinsip – prinsip editing
• Jangan menyambung gambar dengan cutting, dissolving, wipe tanpa ada alasan yang jelas. • Jangan menyambung dua shot dari obyek yang sama dengan framing yang sama karena akan menghasilkan jump cut.
• Jangan menyambung dua jenis shot yang ukurannya terlalu ekstrim, misalkan dari ELS ke CU, karena hal ini akan menyebabkan penonton kesulitan untuk mengenali obyek yang dimaksud.
• Jangan menyambung shot dari obyek yang sama dengan arah yang berlawanan karena akan menghasilkan crossing the line, yaitu tidak bertemunya arah pandang dari obyek. Apabila kita mengambil gambar dua orang yang berhadapan maka akan muncul garis imajiner yang membatasi obyek, seorang kameraman juga harus mengetahui tentang garis imajiner ini atau yang sering disebut garis axis.
• Jangan menyambung di tengah shot ketika kamera sedang bergerak. Juga jangan menyambung shot kamera bergerak dengan kamera berhenti.

Sebenarnya masih banyak prinsip – prinsip editing yang harus kita pelajari , antara lain melalui latihan dan belajar dari kesalahan.
Sekali lagi perasaan artistik seorang editor sangat dibutuhkan; di mana dia harus memotong gambar dan suara pada titik yang tepat agar penonton merasakan bahwa semuanya adalah satu kesatuan.

Pemahaman & Arti sebuah Codec Serta Tips Video File

Arti CODEC = “COmpressor/DECompressor”. Setiap compress(to encode) video-file memerlukan suatu “codec” untuk men-decompress setiap frame agar bisa berfungsi sewaktu playback. Ada cukup banyak sih codec yang beredar. Sebaliknya tentu kita bertanya buat apa sih codec² ini, kan Windows sendiri sudah punya DirectX. Soalnya ada beberapa codec yang tidak kompatibel dengan DirectX, dan agar DirectX bisa akses & match dengan program parameternya untuk itu perlu kiranya kita download dan install beberapa codec[boleh/tidak harus berikut decoder], agar hasil encoding dengan codec tsb oleh Windows bisa ditampilkan kembali/to decode oleh sebuah decoder, player/converter tanpa mengurangi kwalitas gambar secara tetap utuh serta kapasitas muat yang kecil.
Attention: Bila Anda meng-install sebuah codec, untuk bisa menjalankan hasil encode tsb pada PC lain harus idem ter-install encoder/codec yang sama pula !!
Kenapa perlu harus codec? Seperti diketahui umumnya Video-file kan muatannya besar sehingga perlu decompress jadi muatan kecil, serta suatu ketika memudahkan untuk backup, atau melakukan transfer film/video transfer file via email/Internet atau barangkali ke HandPhone?. Di samping itu bila Anda mempunyai Digital Camcorder untuk membuat home-movie agar bisa dapat muatan yang banyak, sebab ada beberapa Clips (mis sebuah file VOB) dengan durasi pendek bisa meliputi sampai Gigabytes. Kendala yang selalu menghantui para pemilik HP/Home-movie Maker menghadapi kapasitas HD kecil yang sangat terbatas. Maka menggunakan ”codec adalah salah satu solusi” agar kendala tsb teratasi dengan mudah.
Catatan: Codec tidak hanya ada buat video (video editing, video transfer, dsb), kalau ada Video Codec berarti adapula Audio Codec (masing² punya codec sendiri-sendiri).
Pada Windows Anda dapat lihat/check sebelum install pada PC sendiri daftar codecs apa saja yang dipunyai pada Device Manager > dobelklik Sound, video and game controllers > dobelklik Audio Codecs/Video Codecs > Properties.
Contoh beberapa ‘codecs terkenal‘(diluar bawaan asli dari Windows) yaitu sbb:
Video Codec: DivX, FFDS(ffdshow), H.264, AVC, XviD MPEG-4 (hati² ada beberapa versi MP4, Microsoft sendiri/optional punya MP4, dengan nama Microsoft MPEG-4 tetapi minim configuration. XviD-MP4 dan Microsoft-MP4 adalah salah satu diantaranya yang support format MP4 versi HandPhone).
Audio Codec: ADTS, AAC, AC3 (Dolby), m4a (iTunes), RA (real audio), ogg (Vorbis), AMR (low), AMR (high), dll.
Hot Tips: Jika ingin muatan kecil pada suatu Video-file, jangan hanya video/gambarnya saja yang di-compress pakai Video codec, tetapi harus audio/suaranya juga ikut di-compress pakai Audio codec spt MP3, MP4, sebab kalau pakai WAV muatannya pasti tetap besar, sebaiknya WAVnya di-conversi dulu pakai MP3 atau MP4[biasa dikenal AAC buat audionya, HandPhone model baru² sekarang sudah bisa playback format MP4 + bawaan AAC ini]. Maksudnya jangan hanya editing video atau editing film, tetapi harus diperhatikan juga yang lainnya.
Perlu diketahui hasil kompresan MP4/AAC (sesama sampling freq 44100Hz) kualitas suara masih lebih bagus dibanding dengan MP3. Jadi walaupun kita melakukan edit movie atau transfer film bisa jadi hasilnya tidak kalah dengan aslinya.
Sebagai Tambahan-Akhir: untuk PC walaupun kita proses suatu file MP4/AVI (yang umum) tapi audionya AAC, jangan kuatir bahwa di PC lain mungkin Anda ragu tidak jalan karena tidak adanya codec AAC, pada hakekatnya tetap bisa support karena ngikut dari bahagian utama sebagai bawaan dari gambar/Videonya, sama halnya bila suatu AVI dikaitkan dengan AC3. Nah pada HP ada sedikit perbedaan, ada kekecualian beberapa type HP walaupun di-proses MP4 + audio AAC akan tidak bersuara/hanya gambar saja. Hal ini karena HP tsb memakai OS tersendiri (OS firmware/pabriknya). Adapula yang pada manualnya tertulis support AAC, akan tetapi kalau kita lebih teliti menelusuri demonya via Computer itu sebenarnya di-encode pakai audionya 3GP yaitu AMR(versi low) yang kwalitas suaranya rendah dan extension AMRnya bisa tetap jalan sekalipun di-rename dengan nama AAC. Dan yang bagus adalah HP dengan OS under Symbian + under Windows pocket/PDA phone ataupun OS Palm, ketiganya support MP4 + AAC. Ada juga beberapa HP walaupun tidak menganut paham Symbian kecuali beberapa type seperti Sony Ericsson support juga MP4 + AAC(kelas middle mulai series K dan seterusnya keluaran th 2005 kwartal I keatas).